Selasa, 02 April 2013

Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Akuntansi di SMK N 1 Kebumen



            Keadaan siswa jurusan akuntansi di SMK N 1 Kebumen :
Jumlah siswa seluruhnya dari jurusan akuntansi di SMK N 1Kebumen  pada tahun ajaran 2011/2012 adalah sebanyak 360 siswa, yang di bagi kedalam tiga tingkatan yaitu kelas X,IX, dan IIX. Setiap tingkatan terdiri dari tiga kelas. Siswa jurusan akuntansi di SMK N 1 Kebumen di dominasi oleh siswa perempuan. Rata-rata siswa tidak terlau sulit untuk memahami pelajaran akuntansi ketika sudah diterangkan oleh guru dan apabila  proses pembelajaran akuntansi sudah dilaksanakan sesuai rencana pembelajaran , hanya beberapa siswa saja yang masih merasa kesulitan. Pada dasarnya mata pelajaran akuntansi yang di ajarkan di SMK N 1 Kebumen di ajarkan dengan cara lebih menekankan pada banyak  praktek daripada teori sehingga siswa lebih mudah memahami dengan langsung praktek mengerjakan suatu kasus  setelah dijelaskan sedikit oleh guru mengenai bab yang akan di pelajari, daripada harus mendengarkan banyak  teori yang disampaikan oleh guru. Dengan sedikit teori banyak praktek juga dapat menghilangkan kejenuhan siswa akan pelajaran akuntansi sehingga siswa justru senang dan asyik untuk mengerjakan soal akuntansi. Selain itu juga berguna untuk mengefisiensikan waktu. Karena merupakan mata pelajaran produktif maka membutuhkan banyak jam untuk tiap minggunya yaitu sekitar 12 jam per minggu.  Namun dengan begitu tidak menjadikan siswa merasa terbebani tetapi justru menjadikan siswa senang terhadap pelajaran akuntansi dan lebih mendalami akuntansi. Siswa jurusan akuntansi di SMK N 1 Kebumen juga mempunyai sertifikat kompetensi  Keahlian Akuntansi, karena di sana ada program uji kompetensi keahlian untuk mungukur apakah siswa-siswanya sudah benar-benar kompeten dalam bidang akuntansi. Uji kompetensi itu biasanya dilaksanakan pada tahun ke tiga atau saat awal tahun pelajaran kelas IIX, dengan menggunakan jasa Akuntan Publik IAI (Ikatan Akuntan  Indonesia) untuk mengujinya. Dan dari hasil uji kompetensi itu terbukti bahwa mayoritas siswa SMK N 1 Kebumen lulus uji kompetensi dan mendapat sertifikat kompetensi keahlian. Sertifikat itu dapaat digunakan sebagai sertifikat pendukung untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan ke Perguruan Tinggi setelah lulus. Dan sertifikat tersebut berpengaruh besar untuk peluang diterimanya kerja ataupun kuliah di jurusan Akuntansi.



       Metode mengajar akuntansi di SMK N 1 Kebumen :
Metode mengajar yang  digunakan di dalam proses belajar mengajar akuntansi di SMK N 1 Kebumen dikembangkan dengan metode belajar yang melibatkan siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar, apalagi dalam mengerjakan akuntansi, siswa harus dapat aktif sehingga dapat memahami materi yang diajarkan sehingga tujuan pengajaran akuntansi tercapai. Pengajaran akuntansi dimulai dari hal yang sederhana menuju hal yang lebih kompleks dan memperhatikan urutan dari beberapa konsep. Metode ini mampu mengantarkan siswa dalam berbagai macam kegiatan, dalam hal ini siswa  diberi kesempatan untuk melatih kemampuannya, misalnya menyelesaikan tugas-tugas dan latihan-latihan. kasus-kasus akuntansi yang diberikan guru. Di SMK N 1 Kebumen terdapat guru akuntansi 7 orang dan dalam mengajar menggunakan sistem group teaching sehingga setiap kelas pelajaran akuntansi, guru yang mengajar terdiri dari 2 orang yang merupakan anggota group teaching. Pengajaran dilakukan secara bergantian. Cara ini efektif karena memungkinkan pengetahuan yang belum diketahui oleh guru yang satu, maka bisa saja diketahui oleh guru satunya lagi.
Metode-metode yang digunakan guru dalam pembelajaran akuntansi di SMK N 1 Kebumen antara lain :
1.      Metode drill atau latihan.
Latihan dilakukan dengan cara siswa mengerjakan soal-soal teori maupun praktek. Drill atau latihan merupakan metode mengajar yang dapat digunakan untuk mengaktifkan siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung, karena metode drill menuntut siswa untuk selalu belajar dan mengevaluasi latihan-latihan yang diberikan oleh guru. Semakin banyak dan sering latihan yang dilakukan maka semakin mudah memahami soal-soal akuntansi. Dan juga siswa menjadi semakin terampil mengerjakan soal akuntansi dengan berbagai macam kasus.
2.       Metode study lapangan
misal ketika mempelajari kompetensi mengelola kartu aktiva tetap , dapat  dilaksanakan study lapangan ke toko- toko atau perusahaan untuk mempraktekkan langsung cara pengelolaan kartu aktiva tetap. Misal juga ketika kompetensi K3LH (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup), siswa melakukan pengamatan ke lapangan dalam hal ini perusahaan atau toko, apakah sudah ada ataukah belum simbol-simbol tentang K3LH.
3.      Observasi dilanjutkan dengan presentasi
Observasi dilakukan siswa pada perusahaan-perusahaan kecil di daerah sekitar lalu setelah didapat datanya dipresentasikan, sehingga permasalahan di bahas secara bersama-sama. Sehingga dapat menambah pengetahuan bagi para siswanya.

Kurikulum akuntansi yang di ajarkan di SMK N 1 Kebumen :
Kurikulum atau pokok bahasan yang di ajarkan terangkum dalam Dasar kompetensi kejuruan.   Kuikulumnya menggunakan  KTSP  yang  stiap tahun ajaran baru diadakan rapat para guru dan mengundana DU/DI (Dunia Usaha/Dunia Industri) untuk membahas pengebangan kurikulum, baik menyangkut perubahan  ataupun penambahan kurikulum. Karena kurikulum yang dipakai adalah kurikulum terapan yaitu berkaitan dengan DU/DI maka perlu ada sinkronisasi dengan DU/DI. Sehingga saat rapat membahas kurikulum selalu mengundang DU/DI.  Berikut adalah standar kompetensi mata pelajaran Akuntansi tahun 2011/2012 untuk kelas X, IX, IIX :
1.      Menerapkan prinsip profesional bekerja
2.      Melaksanakan komunikasi bisnis
3.      Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)
4.      Mengelola dokumen transaksi
5.      Memproses entry jurnal
6.      Memproses buku besar
7.      Menyusun laporan keuangan perusahaan jasa
8.      Menyusun laporan keuangan perusahaan dagang
9.      Mengerjakan Akuntansi Modal
10.  Mengerjakan Akuntansi Perbankan
11.  Memproses dokumen dana kas kecil
12.  Memprose dokumen dana kas dibank
13.  Mengelola kartu piutang
14.  Mengelola kartu Utang
15.  Mengelola kartu persediaan
16.  Mengelola kartu aktiva tetap
17.  Mengoperasikan paket program pengolah angka (Spreadsheet Dasar)
18.  Menyiapkan surat pemberitahuan pajak
19.  Mengoperasikan aplikasi komputer akuntansi (MYOB Accounting Dasar)
20.  Ilmu Hitung Keuangan
21.  Menyajikan laporan harga pokok produk
22.  Mengoperasikan paket program pengolah angka (Spreadsheet Lanjutan)
23.  Mengoperasikan aplikasi komputer akuntansi (MYOB Accounting Lanjutan)
24.  Menyusun laporan keuangan perusahaan industri
25.  Menerapkan perhitungan dan analisis laporan keuangan

Cara penilaian mata pelajaran akuntansi di SMK N 1 Kebumen :
      Cara penilaian untuk mata pelajaran akuntansi  di SMK N 1 Kebumen menggunakan dua cara yaitu penilaian teori dan penilaian praktek. Untuk penilaian teori bobotnya 30% dan untuk penilaian praktek bobotnya 70%. Biasanya soal teori terdiri dari 20 soal analisis berbentuk pilihan ganda. Kemudian untuk soal praktek biasanya  merupakan suatu kasus dari suatu perusahaan yang dimulai dari bukti transaksi yang harus dikerjakan siswa dari mulai menganalisis bukti transaksi sampai akhir membuat laporan keuangan. Untuk penilaian praktek   akuntansi terdiri dari empat aspek penilaian, yaitu :
A.    Persiapan kerja, terdiri dari :
1.    Membaca dan memahami soal, skor maksimalnya 2
            2 . Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan, skor maksimalnya 2
     Jadi jumlah skor untuk persiapan kerja adalah 4
B.     Proses kerja
1.      Jurnal penerimaan kas, skor maksimal 5
2.      Jurnal pengeluaran kas, skor maksimal 5
3.      Daftar setoran ke bank, skor maksimal 5
4.      Laporan rekonsiliasi bank, skor maksimal 5
5.      Jurnal penyesuaian , skor maksimal 5
Jadi jumlah skor untuk proses kerja adalah 25     
C.     Hasil kerja
1.      Jurnal penerimaan kas, skor maksimal 10
2.      Jurnal pengeluaran kas, skor maksimal 10
3.      Daftar setoran ke bank , skor maksimal 10
4.      Laporan rekonsiliasi bank
a.saldo menurut bank dan perusahaan ke arah saldo benar, skor maksimal 10
b. saldo menurut bank ke arah saldo menurut perusahaan, skor maksimal 10
            5.   Jurnal penyesuaian, skor maksimal 10
                  Jadi jumlah skor untuk hasil kerja adalah 60
D.    Sikap kerja
1.      Ketelitian dan kecermatan dalam bekerja, skor maksimal 2
2.      Kecepatan kerja
a.       Waktu lebih cepat, skor maksimal 7
b.      Tepat waktu, skor maksimal 5
c.       Kurang waktu, skor maksimal 3
3.      Kebersihan dan Kerapihan Hasil Kerja, skor maksimal 2
Jadi jumlah skor untuk sikap kerja adalah 11
Jadi total keseluruhan untuk ke empat aspek tersebut adalah 100
            Selain itu setelah penilaian dilaksanakan, apabila masih ada siswa yang belum memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), maka diadakan program perbaikan atau remedial. Selanjutnya diadakan analisis hasil belajar mengenai ketuntasan belajar, daya serap, dan tindak lanjut. Untuk daya serap terdiri dari dua aspek yaitu :
o   daya serap perorangan (individual) : Siswa disebut telah tuntas belajar jika ia telah mampu menyerap 72%  atau mencapai nilai minimal KKM 72.
o   daya serap klasikal : Suatu kelas disebut tuntas belajar apabila dikelas tersebut  terdapat 85% siswa telah mencapai daya serap 72% atau nilai 72.
o    
Kriteria kenaikan tingkat program studi akuntansi  di SMK N 1 Kebumen tahun pelajaran 2011/2012 :
            Peserta didik dinyatakan naik tingkat oleh satuan pendidikan dengan rapat Dewan Guru dengan menyesuaikan kriteria sebagai berikut :
1.      Nilai mata pelajaran Normatif, Adaptif, dan Produktif 100% tuntas
Jika nilai mata pelajaran Normatif, Adaptif, dan Produktif belum tuntas, peserta didik diberi kesempatan untuk remidiasi sampai sebelum tahun pelajaran baru.
2.      Rata-rata kehadiran kumulatif minimal 95%
Jika rata-rata kehadiran kumulatif antara 85% - 95%, peserta didik diberi kompensasi tugas dengan beban 1 hari tidak hadir = 2 jam pelajaran. Bentuk tugas diserahkan kepada sekolah/ guru masing-masing.
3.      Budi pekerti menjadi pertimbangan
Ketika siswa tidak berbudi pekerti baik, atau pernah melanggar aturan sekolah maka juga merupakan pertimabangan untuk kenaikan tngkat siswa tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar